Home » » RIYA'; DEFINISI, SEBAB, MACAM, SERTA SOLUSINYA

RIYA'; DEFINISI, SEBAB, MACAM, SERTA SOLUSINYA

RIYA’; DEFINISI, SEBAB, MACAM, SERTA SOLUSINYA
Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan

A. Definisi
Riya’ adalah seseorang beramal shalih dengan maksud untuk dilihat/dipuji oleh orang lain.

B. Sebab Timbulnya Riya’
Riya’ ditimbulkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:
• Senang karena lezatnya pujian orang lain.
• Lari dari celaan.
• Rakus akan apa yang diperoleh/terdapat pada orang lain.

C. Sebab Bahayanya Riya’
• Lebih berbahaya dari fitnah Dajjal.
• Riya’ menjadi sebab azab di Neraka.
• Riya’ adalah cirri perbuatan orang-orang Munafiq.

D. Macam-macam Riya’
• Seorang hamba dalam beribadah menginginkan selain Allah. Dia senang orang lain tahu/melihat apa yang diperbuatnya. Dia tidak menunjukkan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah dan ini termasuk jenis nifaq.
• Seorang hamba beribadah dengan tujuan dan keinginannya ikhlas karena Allah, namun ketika manusia melihat ibadahnya maka ia bertambah giat dalam beribadah serta membaguskan ibadahnya. Ini termasuk perbuatan syirik tersembunyi.
• Seorang hamba beribadah pada awalnya ikhlas karena Allah dan sampai selesai keadaannya masih demikian, namun pada akhir ibadahnya dipuji oleh manusia dan ia merasa bangga dengan pujian manusia tersebut serta ia mendapatkan apa yang diinginkannya (dunia, missal: dengan memperoleh kedudukan di masyarakat dll).
• Riya’ badaniyah, yaitu perbuatan riya’ dengan menampakkan badan/jasadnya kurus karena banyaknya ibadah sehingga ia disebut sebagai orang ABID (Ahli Ibadah).
• Riya’ dari sisi penampilan atau model. Seperti orang yang berpenampilan compang-camping agar ia dilihat seperti orang yang berlaku/berbuat zuhud 1).
• Riya’ pada ucapan, misal orang yang memberat-beratkan suaranya.
• Riya’ dengan amalan.
• Riya’ dengan teman dan orang-orang yang mengunjunginya. Misal: Teman-teman/orang-orang yang mengunjunginya adalah para ustadz/ulama, maka ia menjadi bangga dan mengharap pujian dari hal tersebut.
• Riya’ dengan mencela dirinya dihadapan manusia.
• Seorang beramal dengan amal ketaatan dan tidak seorangpun mengetahuinya, ia tidak ingin tenar. Akan tetapi jika ia dilihat manusia, ia menginginkan diawali/dihormati dengan pengucapan salam.
• Menjadikan perbuatan ikhlasnya itu sebagai wasilah terhadap apa yang dia inginkan.

E. Solusi Agar Terhindar Dari Riya’
Diantara solusi agar kita terhindar dari perbuatan riya’ adalah sbb:
• Mengetahui jenis-jenis amalan yang diperuntukkan untuk dunia dan mengetahui jenis-jenis riya’ serta factor-faktor pendorong perbuatan riya’
• Mengetahui keagungan Allah Azza wa Jalla.
• Mengenal/mengetahui apa yang telah Allah persiapkan untuk akhir kehidupan.
• Takut dari beramal untuk kepentingan dunia.

Bersambung, Insya Allah
Banyumas, 06 Muharram 1433 H

Catatan kaki:
1. Zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang tidak manfaat untuk akhirat.

4 comments:

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
ijin share ya akhi.. dengan mencantumkan akhi sebagai penulisnya..

jazakallahu khoir katsiro..

wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

boerhunt@gmail.com

Anonymous said...

assalamualaikum
izin share juga
syukron
wassalamualaikum

salis said...

assalaamu'alaikum wr wb.
afwan, penjelasan mengenai riya ini masih belum jelas, dan kabur. karena pada dasarnya setiap manusia, berbuat dalam ranah 3 hubungan, yakni hubungan dengan Penciptanya, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan dirinya sendiri.
nah, berkaitan perbuatan manusia dalam rangka hubungan dirinya dengan sesama manusia, ia harus menampakkan atau memperlihatkan amalannya, sehingga terasa oleh orang yang ditujunya. apabila tidak demikian, amalnya tidak ada gunanya. seperti berbakti pada orang tua, untuk mendapatkan ridho keduanya. contoh lain misalnya menyayangi anak kecil.bukankah kita harus sungguh sungguh dalam mengusahakan amal kita pada orangtua dan anak kecil tersebut.

Jihan Hafiz Bagaskara said...

Assalamualaikum
Terima kasih buat infonya
saya juga mau izin ngeshare
Jihan

Komentar Terbaru