ABDURRAHMAN'S WEBSITE

Upaya Seorang Hamba Meniti Generasi Salafus Sholih

Blogroll

Sirup Gurah Ratu Langsing Biojanna Syamil Anak

YAYASAN AS-SUNNAH CIREBON GANDENG TOKOH IKHWANUL MUSLIMIN





Segala puji hanya bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi akhir zaman, keluarganya, para sahabatnya, serta ummatnya hingga hari akhir.

Sudah sekian tahun penulis enggan membahas tentang Yayasan As-Sunnah Cirebon, namun ketika penulis membuka situs www.radioassunnah.com penulis dikagetkan dengan munculnya nama salah satu tokoh Ikhwanul Muflisin Cirebon, H. Ahmad Azrul Z, S.Si., Apt.M.Farm sebagai penasehat dalam salah satu kegiatan dakwah Yayasan As-Sunnah Cirebon.

H. Ahmad Azrul Z.,S.Si.,Apt M.Farm adalah teman sejawat penulis sewaktu bekerja di Akademi Farmasi (AKFAR) Muhammadiyah Cirebon dahulu. Dia sangat getol mendakwahkan gerakan Ikhwanul Muslimin kepada para mahasiswa/wi pada saat itu, apalagi didukung dengan jabatan beliau pada waktu itu sebagai PUDIR II  yang membawahi bidang kemahasiswaan.

Kegiatan keagamaan (Rohis) para mahasiswi pada saat itu diisi langsung oleh Murobbiyyah Ikhwanul Muslimin yang datang  ke AKFAR Muhammadiyah Cirebon, jadi kegiatan keagamaan saat itu tidak diisi oleh ustad atau ustadzah dari Muhammadiyah akan tetapi  diisi oleh murobbiyah Ikhwanul Muslimin.

Jika penulis mengingat masa lalu (pada saat Yayasan As-Sunnah Cirebon dipimpin oleh Ali Hijrah rahimahullah) orang ini –baca: H. Ahmad Azrul Z- pernah datang ke Yayasan dengan mempropagandakan Partai Keadilan. Jadi jelas, sejak dahulu H.Ahmad Azrul Z ini adalah kader dari Partai Keadilan Sejahtera atau Ikhwanul Muslimin dan beliau terpilih menjadi anggota dewan (DPRD kota Cirebon) pun dibawah bendera Partai Keadilan Sejahtera.

Penulis disini tidak akan banyak berbicara, silakan para pembaca yang menilainya sendiri. Kita dengan yakin mengatakan SEMAKIN NYATALAH HUBUNGAN ITU. Hal ini sama persis dengan Jum’iyyah Ihya’ At-Turots Kuwait yang mana mereka menggandeng siapa saja (IM, Syi’ah). Allahu Must’an.

Inilah Bukti Kemesraan Itu:

X. KEPENGURUSAN

SUSUNAN KEPENGURUSAN

Pesantren Lembaga Pemasyarakatan

Penasehat :

  1. H. Ahmad Azrul Zuniarto, Ssi., Apt, M. Farm (Wakil Ketua Komisi C Bidang Anggaran, DPRD Kota Cirebon)
  2. Ust. Muhammad Toharo, Lc (Ketua Yayasan Assunnah Cirebon)
  3. Davy Bartian, BC.IP, S.Sos, MM (Kepala Rutan Klas 1 Cirebon).

Penanggung Jawab : Ketua Bidang Dakwah Ust. Abu Mubarok

Pemimpin Pesantren : Ust. Hamzah Ta’adi

Sekretaris : Muhammad Assundee

Bendahara : Saefudin
 

Dan ini bukti URL-nya:


 

IBDAH UMROH DAN HAJI SESUAI SUNNAH RASULULLAH

Dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam:”Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang mana perbuatan itu tidak ada perintahnya dari kami, maka perbuatan tersebut tertolak” (HR. Bukhori; Muslim).

Dari hadits di atas dapat kita simpulkan bahwasannya setiap peribadatan yang tidak sesuai dengan tuntunan/petunjuk dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka peribadatan itu tertolak oleh Allah Azza wa Jalla.
Diantara peribadatan kita kepada Allah adalah ibadah Umroh dan Haji, maka ibadah yang berat ini (harta dan fisik) tentulah kita harus berupaya sekuat/semampu kita harus memenuhi kreteria untuk diterima disisi Allah Azza wa Jalla. Kreteria bahwa segala bentuk peribadatan kita kepada-Nya adalah:
a.    Ikhlash karena Allah semata.
b.    Sesuai dengan petunjuk/huda dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Oleh karenanya, hendaklah setiap muslim harus mengilmui segala sesuatu sebelum mengamalkan perbuatan tersebut. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Bukhori dalam kitab Shahih-nya: BAB ILMU SEBELUM PERKATAAN DAN PERBUATAN dan sejalan dengan firman Allah Azza wa Jalla:”Ketahuilah, bahwasannya tidak ada Ilah (=sesembahan yang berhak diibadahai) kecuali Allah semata. Semoga dengan demikian Allah mengampuni dosa-dosa kalian”.
Pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji atau umroh merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadi dambaan setiap muslim. Predikat ‘Haji Mabrur’ yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah (surga) tak urung menjadi target utama dari kepergiannya ke Baitullah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Umroh yang satu dengan umroh yang lainnya menjadi kafarat bagi kalian dan haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga-Nya” (HR. Bukhori; Muslim; Malik; An-Nasa’I).
Kami sebagai Marketing QABA’IL Haji dan Umroh wilayah exs keresidenan Banyumas-Jawa Tengah (Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap) membuka peluang kepada Bapak/ibu yang memiliki kemampuan financial melakukan ibadah umroh dan haji untuk bergabung bersama kami dalam menjalankan ibadah umroh dan haji sesuai dengan bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bapak/ibu dapat menghubungi kami di nomor-nomor berikut ini: Simpati:081324558583 Axis:083808007785; XL: 087737334800 atau Bapak/ibu dapat menghubungi langsung kantor pusat QABA’IL dengan nomor:  081316322048 dan (021) 53652037.
Adapun pembimbing ibadah Umroh dan Haji QABA’IL adalah:
1)   Al-Ustadz Muhammad ‘Umar As-Sewed (hafizahullah ta’ala) (Pengasuh PONPES Dhiya’us Sunnah Cirebon. Murid Asy-Syaikh Muhammad Sholih Al-‘Utasimin –rahimahullah- Saudi Arabiah).
2)   Al-Ustadz Ahmad Khodim (Hafizahullah ta’ala) (Pengasuh PONPES AS-Sunnah Malang).
Atas perhatian Bapak/ibu kami sampaikan jazakumullah khoiron jaza’
Banyumas,04 Rabi’uts Tsani 1434 H -  14 Februari 2013 M
Budi Hartono (Abdurrahman bin Sarijan)

http://www.mughalindo.com/

ADAB-ADAB BERPUASA DAN SUNNAHNYA

SAHUR

Sahur, apabila dibaca dengan memfathahkan maka bermakna “makan” dan “minum”. Apabila dibaca dengan “dhommah”, maka maknanya adalah “pekerjaannya”. Banyak riwayat yang berpendapat bahwa yang benar dibaca dengan “fathah”, dan juga yang berpendapat bahwa yang benar dibaca dengan “dhommah”, karena apabila dibaca dengan “fathah maka maknanya adalah “makanan” sedangkan barokah, ganjaran, serta pahala adalah dalam perbuatan bukan pada makanan (Lihat Nihaya Fii Gharibil Hadits wa atsar 3/347).

Sahur merupakan sunnah muakadah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim dalam kitab Shahih mereka yang berasal dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:”Bersahurlah (kalian) karena dalam sahur itu ada barokah” (HR. Bukhari 1923; Muslim 1095).

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan sahur ini sebagai pembeda puasanya seorang muslim dengan puasanya orang-orang ahlul kitab. Dari ‘Umar bin Al-Ash radhiallahu anhu dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:”Pembeda antara puasan kita dengan puasa ahlul kitab adalah makan sahur” (HR. Muslim 1096).

Telah tsabit (=tetap) dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallamtentang keharusan seorang muslim untuk berpegang teguh dengan sunnah ini (sunnah) dan larangan meninggalkannya, diantara hadits-hadits yang menerangkan hal ini adalah:

*) Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, ia berkata: Bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:”Sesungguhnya Allah dan para malaikat bersholawat kepada orang-orang yang bersahur” (HR. Thabrani dalam Al-Ausath; Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1066).

*) Dari Irbadl bin Sariyah radhiallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengundang kami untuk sahur di bulan Ramadlon, ia bersabda:”Kemarilah, kita makan makanan penuh barokah” (HR. Abu Dawud; An-Nasa’I; Ibnu Khuzaimah; Ibnu Hibban. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1067).

*) Dari Salman radhiallahu anhu, ia berkata: Bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:”Berkah itu dalam 3 (tiga) hal, yaitu: Al-Jama’ah, Tsarid, dan sahur” (HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1065).

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita untuk melakukan sahur walaupun dengan seteguk air, dan yang paling utama adalah dengan kurma. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits-hadits berikut:

*) Dari Abdullah bin “umar radhiallahu ‘anhuma, ia berkata: Bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:”Bersahurlah (kalian) walaupun dengan seteguk air” 9HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Lihat dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1071).

*) Dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:”Sebaik-baiknya sahur bagi orang mukmin adalah tamr (=kurma)” (HR. Abu Dawud; Ibnu Hibban. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1072).

Bersambung, insya Allah

Banyumas, 07 Ramadlon 1433H/ 27 Juli 2012

ARTIKEL TERKAIT: