ARTIKEL TERBARU

Chat With Me

WEBSITE TRAFFIC

Followers

ARCHIVE

ASSALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.SELAMAT DATANG DI WEBSITE PRIBADI ABU MUHAMMAD ABDURRAHMAN SARIJAN AS-SIREBUNIY.SEMOGA APA YANG KAMI TOREHKAN DISINI DAPAT BERMANFAAT BAGI ANTUM.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Loading

iklan iklan iklan

KOMENTAR ANYAR

TATACARA TAYAMUM

Diperbolehkan bertayammum dengan setiap apa yang ada di permukaan bumi baik tanah yang berdebu, kerikil, kayu dan yang semisalnya berdasarkan keumuman firman Allah Subhaanahu wata’aala, :

فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ

"Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, sapulah mukamu dan tanganmu.

(An-Nisaa: 43)

Yang dimaksud "Sha'idan" adalah segala sesuatu yang ada di atas permukaan bumi. Ayat ini menunjukkan diperbolehkannya bertayammum dengan apa saja yang terdapat di permukaan bumi baik itu tanah, pasir, kerikil, batu dan yang sejenisnya meskipun tidak ada debu yang melekat.

Adapun caranyacukup dengan memukulkan kedua telapak tangan satu kali ke atas permukaan bumi tempat anda bertayammum, lalu mengusapkan tangan kiri di atas tangan kanan lalu punggung kedua telapak tangan hingga pergelangan tangan, lalu mengusap wajahnya. Hal ini berdasarkan hadits Ammar bin Yasir radiallohu anhu, dimana Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, mengajarkan kepadanya tatacara tayammum:

إنما كان يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ على الْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ

"Sesungguhnya cukup bagimu melakukan dengan kedua tanganmu demikian: lalu Beliau memukulkan kedua telapak tangannya ke bumi dengan sekali pukulan lalu mengusapkan tangan kiri di atas tangan kanan dan punggung kedua telapak tangan dan wajahnya." (HR. Muslim (368)

Dibolehkan baginya meniup debu yang melekat di tangannya berdasarkan hadits Ammar bin Yasir radiallohu anhu, yang disebutkan dengan lafazh:

فَضَرَبَ النبي بِكَفَّيْهِ الْأَرْضَ وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ

"Lalu Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, memukulkan kedua tangannya di atas bumi dan meniup pada keduanya lalu mengusap dengan keduanya ke wajahnya dan kedua telapak tangannya.. (HR. Bukhari (331)"

Yang perlu diperhatikan disini, bahwa tayammum yang dibangun diatas riwayat yang shahih adalah jumlah memukulkan kedua tangan ke permukaan bumi hanya sekali saja. Demikian pula mengusap kedua tangan hanya sampai pergelangan tangan, bukan sampai siku. Hal ini lebih dipertegas lagi dengan hadits Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, yang bersabda tentang cara tayammum:

ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ

"Sekali pukulan untuk wajah dan kedua telapak tangan

HR. Ahmad (4/263), Abu Dawud (327), Tirmidzi (1/31), dan yang lainnya. Dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil (1/161)

Adapun riwayat yang menyebutkan dua kali tangan memukul di permukaan bumi dan diusap hingga siku, maka tidak ada satupun riwayat yang shahih yang menetapkan hal tersebut. Wallahu A'lam.



Berkata Ibnu Abdil Bar rahimahullah:

"Kebanyakan hadits-hadits yang diriwayatkan secara marfu melalui riwayat Ammar adalah sekali pukulan, adapun yang diriwayatkan dari Beliau shallallohu ‘alaihi wasallam, dengan dua kali pukulan semua riwayatnya goncang"

(Lihat Irwa’ul Ghalil, Al-Albani: 1/186)

Sumber : Tununan Shalat Musafir. Hal 13 - 19

Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari Hafizhahulloh
http://www.salafybpp.com

0 comments:

Islam Ornamental Art 2

Masukkan Email Anda

HIKMAH SALAF

Berkata Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu:"Sesungguhnya Allah Ta'ala melihat hati para hamba-Nya dan Ia mendapatkan hati Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang paling baik, maka Ia memilihnya untuk diri-Nya dan Ia mengutusnya dengan risalah-Nya. Kemudian Ia melihat hati para hamba-Nya setelah melihat hati Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, maka Ia mendapatkan hati para sahabat adalah yang paling baik. Maka Ia menjadikan mereka (para sahabat) sebagai pendamping nabi-Nya untuk menampakkan agama-Nya.Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), maka hal itu baik di sisi Allah, dan apa yang dipandang buruk oleh mereka, maka buruk di sisi Allah" (Dikeluarkan oleh: Ahmad dalam Musnad-nya 1/379; At-Thiyalis dalam Musnad-nya no. 246. Di-HASAN-kan oleh Al-Albani dan di-SHAHIH-kan oleh Al-Haakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Popular Posts

KATEGORI