Click Me! Click Me! Click Me!
Home » , , » Hadits Tentang Masuk Pasar

Hadits Tentang Masuk Pasar

HADITS TENTANG MASUK PASAR
Oleh: Lajnah Daimah Lil Buhuts, KSA.


A. Pertanyaan ke-1 dari fatwa no. 16103

Soal: Saya pernah mendengar dari sebagian orang bahwa hadits yang diriwayatkan mengenai do’a masuk pasar itu dho’if (=lemah), apakah memang benar demikian?

Jawab: Benar. Hadits tentang masuk pasar itu dho’if. Nash hadits tersebut sebagai berikut:

عن عمر بن الخطاب كان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال:”من دخل السوق فقال:لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, يحيي ويميت وهو حي لا يموت, بيده الخير و هو على كل شيء قدير, كتبه الله ألف ألف حسنة, و محا عنه ألف ألف سيئة, ورفع له ألف ألف درجة.

“Dari ‘Umar bin Al-Khothob radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:”Barangsiapa yang memasuki pasar lalu ia berkata:‘Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, sedang Ia Maha Hidup dan tidak mati. Ditangan-Nya kebaikan berada, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka Allah akan menetapkan baginya sejuta kebaikan dan akan dihapuskan baginya sejuta kejelekan/keburukan dan akan ditinggikan baginya sejuta derajat”.1)

Hadits ini tidak benar dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam kitabnya Al-Mustadrak dan lainnya. Sejumlah hufazh telah menetapkan bahwa ia merupakan hadits ma’lul (cacat). Diantaranya Ibnul Qoyyim. Dan Al-’Ajaluni telah menyebutkan darinya dalam kitab Kasyful Khafaa’. Yang demikian itu, karena di dalam sanadnya terdapat ‘Amr bin Dinar, bekas budak yang dibebaskan oleh Alu Az-Zubair, sedang ia (’Amr bin Dinar, pent) adalah seorang yang dho’if, selain matan (yakni matan hadits, pent) munkar.

Wabillahi Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Al-Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-’Ilmiyyah Wal Ifta’

Anggota : Bakr Abu Zaid

Anggota : ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh

Anggota : Sholih bin Fauzan Alu Fauzan

Anggota : ‘Abdullah bin Ghudayan.

Wakil Ketua : ‘Abdurrozaq ‘Afifi.

Ketua : ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz

B. Pertanyaan ke-3 dari fatwa no. 18623

Soal: Saya pernah membaca sebuah hadits yang menjelaskan tentang pahala besar yang akan diperoleh seseorang dari membaca do’a masuk pasar. Apakah pasar yang dimaksudkan adalah pasar mingguan kemudian bubar, ataukah ia merupakan kumpulan tempat berdagang yang permanent, berwujud seperti pasar, yang diharapkan pahala dari balik do’a tersebut? Saya mengharapkan batasan pasar menurut pandangan syari’at.

Jawab: Definisi pasar. Pasar adalah tempat jual beli yang di dalamnya orang-orang bermu’amalah (=berhubungan/transaksi), baik laki-laki maupun perempuan dengan memajang barang berharga dan dagangan untuk diperjual belikan. Jamak dari kata suuq (pasar) adalah aswaaq. Dikatakan tasawwaqal qaum, jika mereka menjual dan membeli. Dan disebut pasar, karena perdagangan digelar dan dijajakan di sana untuk dijual maupun dibeli. Di dalam Al-Qur’an disebutkan:

… إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ … (20) سورة الفرقان

“…melaikan mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar…” (QS. Al-Furqon: 20).

Sedangkan do’a masuk pasar telah disebutkan melalui jalan (sanad) ‘Amr bin Dinar, bekas budak yang dibebaskan oleh Alu Az-Zubair, dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar dari ayahnya dari kakeknya, dia bercerita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

:”من قال حين يدخل السوق:لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, يحيي ويميت وهو حي لا يموت, بيده الخير و هو على كل شيء قدير؛ كتبه الله ألف ألف حسنة, ومحا عنه ألف ألف سيئة, وبني له بيت في الجنة.

“Barangsiapa ketika masuk pasar membaca:‘Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, sedang Ia Maha Hidup dan tidak mati. Ditangan-Nya kebaikan berada, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka Allah akan menetapkan baginya sejuta kebiakan dan menghapuskan darinya sejuta keburukan/kejelekan, dan Dia akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Surga”.

Hadits tersebut ma’lul (cacat), yang diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam kitabnya Al-Mustadrak dan juga yang lainnya. Dan sejumlah hufazh menyebutkan darinya bahwa hadits tersebut merupakan hadits ma’lul, diantaranya Ibnul Qoyyim. Dan Al-’Ajaluni telah menyebutkan darinya di dalam kitab Kasyful Khulafaa’. Demikian itu, karena di dalam sanadnya terdapat ‘Amr bin Dinar, bekas budak yang dibebaskan oleh Alu Az-Zubair, sedang ia (’Amr bin Dinar) seorang yang dho’if, selain matanya munkar.

Wabillahi Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Al-Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-’Ilmiyyah Wal Ifta’

Anggota : Bakr Abu Zaid

Anggota : ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh

Anggota : Sholih bin Fauzan Alu Fauzan

Anggota : ‘Abdullah bin Ghudayan.

Wakil Ketua : ‘Abdurrozaq ‘Afifi.

Ketua : ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz

Catatan Kaki:

1) HR. Ahmad I/47; At-Tirmidzi V/491 dan 492 no. 3428 dan 3429; Ibn Majah II/752; Ad-Darimi II/293; Al-Hakim I/538.

Sumber: Fatawa Lajnah Daimah Lil Buhuts, kitab Buyuu’ (Jilid: 1).

0 comments:

Komentar Terbaru