0 PERINGATAN:CADAR, CELANA NGANTUNG DAN JANGGUT BUKAN CIRI-CIRI TERORIS

Peringatan: Cadar, Celana Ngatung dan Janggut bukan Ciri-ciri Teroris
Oleh: al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Ketahuilah wahai kaum Muslimin, menggunakan cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana jangan sampai menutupi mata kaki dan membiarkan janggut tumbuh bagi seorang laki-laki Muslim adalah kewajiban agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti bukti-buktinya insya Allah dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta penjelasan para Ulama ummat.

Benar bahwa sebagian Teroris juga mengamalkan kewajiban-kewajiban di atas, namun apakah setiap yang mengamalkannya dituduh Teroris?! Kalau begitu bersiaplah menjadi bangsa yang teramat dangkal pemahamannya… Maka inilah keterangan ringkas yang insya Allah dapat meluruskan kesalah pahaman.

Pertama: Dasar kewajiban menggunakan cadar bagi Muslimah
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Perhatikanlah, ayat ini memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka tanpa kecuali. Berkata As-Suyuthi rahimahullah, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasatul Fadhilah, hal. 51, karya Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah).

Istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia: ‘Aisyah radhiyallahu’anha dan para wanita di zamannya juga menggunakan cadar, sebagaimana penuturan ‘Aisyah radhiyallahu’anha berikut:

“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka telah dekat kepada kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).

Kedua: Dasar kewajiban mengangkat celana, jangan sampai menutupi mata kaki bagi laki-laki Muslim
Banyak sekali dalil yang melarang isbal (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki), diantaranya sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:

“Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Al-Bukhori, no. 5787).

Dan hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha:

“Bagian kain sarung yang terletak di bawah mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Ahmad, 6/59,257).

Ketiga: Dasar kewajiban membiarkan janggut tumbuh bagi laki-laki Muslim
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan janggut.” (HR. Muslim no. 624).

Juga dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Berbedalah dengan orang-orang musyrik; potonglah kumis dan biarkanlah janggut.” (HR. Muslim no. 625).

Dan masih banyak hadits lain yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk membiarkan janggut tumbuh, sedang perintah hukum asalnya adalah wajib sepanjang tidak ada dalil yang memalingkannya dari hukum asal.

Demikianlah penjelasan ringkas dari kami, semoga setelah mengetahui ini kita lebih berhati-hati lagi dalam menyikapi orang-orang yang mengamalkan sejumlah kewajiban di atas. Tentu sangat tidak bijaksana apabila kita mengeneralisir setiap orang yang nampak kesungguhannya dalam menjalankan agama sebagai teroris atau bagian dari jaringan teroris, bahkan minimal ada dua resiko berbahaya apabila seorang mencela dan membenci satu kewajiban agama atau membenci orang-orang yang mengamalkannya (disebabkan karena amalan tersebut):

Pertama: Berbuat zhalim kepada wali-wali Allah, sebab wali-wali Allah adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik perintah itu wajib maupun sunnah. Dan barangsiapa yang memusuhi wali Allah dia akan mendapatkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah Ta’ala berfirman: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (Yunus: 62-63)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri. Dan kalau dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti akan Aku lindungi.’.” (HR. Bukhari, lihat hadits Arba’in ke-38).

Faidah: Para Ulama menjelasakan bahwa makna, “Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah” adalah hidayah dari Allah Ta’ala kepada wali-Nya, sehingga ia tidak mendengar kecuali yang diridhai Allah, tidak melihat kepada apa yang diharamkan Allah dan tidak menggunakan kaki dan tangannya kecuali untuk melakukan kebaikan.

Kedua: Perbuatan tersebut bisa menyebabkan kekafiran, sebab mencela dan membenci satu bagian dari syari’at Allah Jalla wa ‘Ala, baik yang wajib maupun yang sunnah, atau membenci pelakunya (disebabkan karena syari’at yang dia amalkan) merupakan kekafiran kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah pada pembatal keislaman yang kelima:

“Barangsiapa membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, maka dia telah kafir.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Yang demikian karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (Muhammad: 9)

Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.

Dan kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas hendaklah bersabar dan tetap tsabat (kokoh) di atas sunnah, karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya.

Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada ummat dengan hikmah dan lemah lembut, serta hujjah yang kuat agar terbuka hati mereka insya Allah, untuk menerima kebenaran ilmu yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, bukan pemahaman Teroris. Wallohul Musta’an.

Tanah Baru, Depok, 3 Ramadhan 1430 H.

0 FREE 500 SMS PER BULAN, MAU?

Berikut akan kami jelaskan kepada Anda website yang memberikan pelayanan SMS gratis setiap hari melalui website mereka. Website ini memberikan SMS gratis sampai 500 SMS/bulan, waaaaaaaaw. Cepetan klik deh linknya disini http://www.yesmms.com/

Adapun cara penggunaannya sbb:
gambar 1

gambar 2

gambar 3

gambar 4

gambar 5

gambar 6

gambar 7

gambar 1

0 HARI KIAMAT SUDAH DEKAT! (Bag: 2)

KERANGKA PEMBAHASAN MATERI

Pada pembahasan yang telah lalu kita telah mengetahui dalil-dalil yang menunjukkan tentang hari Kiamat serta buku-buku para ulama yang menerangkan tentang tanda-tanda akan terjadi hari Kiamat. Pembahasan dalam buku ini mencakup muqadimah, pembukaan, dua bab, dan penutup.
 
Muqadimah
Mencakup penjelasan pentingnya pembahasan ini dan langkah-langkahnya.

Pembukaan
Mencakup beberapa pembahasan:

Pembahasan Pertama: Didalamnya kami berbicara tentang pentingnya beriman kepada hari kiamat dan pengaruhnya terhadap prilaku pribadi dan masyarakat.

Pembahasan Kedua: Didalamnya kami ungkapkan bahwa diantara bukti pentingnya beriman kepada hari kahir –selain menyebutkan tanda-tandanya- adalah banyaknya ungkapan (hari kiamat) di dalam Al Qur'an dengan nama-nama yang beragam dan saya mengungkapkan sebagian dari nama-namanya beserta pengungkapan dalil dari Al Qur'anul Karim yang menunjukkan hal itu.

Pembahasan Ketiga: Didalamnya kami ungkapkan bahwa hadits ahad merupakan hujjah dalam masalah-masalah Aqidah. Kami juga menjelaskan bahwa jika sebuah hadits terbukti shahih, maka wajib hukumnya menyakini apa-apa yang terkandung di dalamnya.

Kajian ini penting sebagai bantahan terhadap orang-orang yang tidak mengambil khabar ahad dalam masalah aqidah. Kamipun menjelaskan perkataan mereka menjadikan tertolaknya ratusan hadits shahih dan bahwa perkataan mereka itu adalah hal yang di ada-adakan di dalam agama (bid'ah) tidak berlandaskan kepada dalil.

Pembahasan Keempat: Didalamnya kami jelaskan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepada umatnya tentang apa yang telah berlalu dan yang akan terjadi sampai hari kiamat. Diantaranya tanda-tanda kiamat yang mendapatkan bagian lebih besar, karena itulah banyak diriwayatkan hadits-hadits yang menjelaskan tanda-tanda kiamat dan diriwayatkan dengan lafadz yang berbeda-beda.

Pembahasan Kelima: Didalamnya kami berbicara tentang Ilmu (pengetahuan) terjadinya kiamat dan kami tegaskan bahwa ilmu tersebut adalah sesuatu yang hanya diketahui oleh Allah Ta'ala disertai dalil-dalinya. Kemudian kami cantumkan pula bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam mengetahui waktunya dan terhadap orang yang mengatakan bahwa umur dunia akan kembali baru. Kami menjelaskan bahwa hal ini bertabrakan dengan Al Qur'an dan As Sunnah, dan kami mengungkapkan di dalamnya berbagai pendapat ulama yang membantah pendapat seperti ini.

Pembahasan Keenam: Didalamnya kami membicarakan dekatnya hari kiamat. Umur dunia yang tersisa hanya sedikit saja jika dibandingkan dengan umur yang telah berlalu.

BAB I:
Mencakup 3 pasal:

Pasal Pertama: Didalamnya kami berbicara tentang definisi makna Syarthu (tanda) menurut bahasa dan istilah, demikian juga makna Saa'ah (kiamat) menurut bahasa dan istilah syar'I dan di dalamnya kami menjelaskan bahwa makna saa'ah (kiamat) diungkapkan dalam 3 (tiga) makna:
1. Kiamat kecil.
2. Kiamat menengah (sedang).
3. Kiamat besar.

Pasal Kedua: Didalamnya kami berbicara tentang pembagian tanda-tanda kiamat dan ia terbagi menjadi dua bagian:
1. Tanda-tanda kiamat kecil.
2. Tanda-tanda kiamat besar.

Kami memberikan definisi untuk setiap bagian. Dan kami jelaskan bahwa sebagian ulama membaginya berdasarkan kemunculannya menjadi tiga bagian:
1. Bagian yang telah nampak dan selesai.
2. Bagian yang sedang nampak, bertambah banyak dan datang silih berganti.
3. Bagian yang belum nampak sampai sekarang.

Pasal Ketiga: Didalamnya kami membicarakan tanda-tanda kecil kiamat, yaitu:
1. Diutsunya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam
2. Wafatnya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.
3. Penaklukan Baitul Maqdis.
4. Wabah Tho'un di 'Amwas.
5. Melimpahnya harta dan tidak dibutuhkannya shodaqoh.
6. Munculnya berbagai macam fitnah.
7. Munculnya orang yang mengaku sebagia nabi.
8. Meratanya rasa aman.
9. Munculnya api Hijaz.
10. Memerangi bangsa Turk.
11. Memerangi bangsa 'Ajam.
12. Hilangnya amanah.
13. Hilangnya ilmu dan menyebarnya kebodohan.
14. Banyaknya oknum pembela penguasa yang zhalim.
15. Menyebarnya perzinahan.
16. Riba merajalela.
17. Merajalelanya alat-alat musik dan menganggapnya halal.
18. Banyaknya peminum khamr (minuman keras) dan menganggapnya halal.
19. Berlomba-lomba menghias masjid dan berbangga-bangga dengannya.
20. Berlomba-lomba meninggikan bangunan.
21. Budak wanita melahirkan tuannya.
22. Banyaknya pembunuhan.
23. Berdekatannya zaman (waktu semakin singkat).
24. Berdekatannya pasar.
25. Munculnya kemusyrikan pada umat ini.
26. Merajalelanya perbuatan keji, permusuhan dan jeleknya hubungan bertetangga.
27. Orang tua seperti anak muda.
28. Tersebarnya kebakhilan dan kekikiran.
29. Banyaknya perdagangan.
30. Banyak terjadi gempa bumi.
31. Banyaknya orang-orang yang ditenggelamkan ke dalam bumi, dirubah raut wajahnya dan dilempari batu.
32. Lenyapnya orang-orang sholih.
33. Orang-orang hina diangkat menjadi pemimpin.
34. Pengucapan salam hanya ditunjukkan kepada orang yang dikenal.
35. Mengambil ilmu dari orang bodoh (bukan ahlinya).
36. Banyaknya para wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
37. Benarnya mimpi seorang muslim.
38. Banyaknya karya tulis dan penyebarannya.
39. Lalai dalam melaksanakan ibdah-ibdah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Islam.
40. Membesarnya bulan sabit.
41. Banyaknya kedustaan dan tidak adanya tatsabut (mencari kebenaran) di dalam menukilkan berita.
42. Banyaknya persaksian palsu dan menyembunyikan persaksian yang benar.
43. Banyaknya kaum wanita dan sedikitnya kaum pria.
44. Banyaknya kematian mendadak.
45. Manusia tidak saling mengenal.
46. Tanah Arab kembali hijau dipenuhi tumbuhan dan sungai-sungai.
47. Banyaknya hujan dan sedikitnya tumbuh-tumbuhan.
48. Sunagi Furat menampakkan timbunan emas.
49. Binatang buas dan benda mati berbicara dengan manusia.
50. Mengharap kematian karena beratnya cobaan.
51. Banyaknya jumlah bangsa Romawi dan peperangan mereka dengan kaum Muslimin.
52. Penaklukan Konstatinopel.
53. Peperangan melawan orang Yahudi.
54. Madinah mengusir orang-orang jelek yang ada di dalamnya kemudian hancur diakhir zaman.
55. Diutusnya angina yang lembut dan mencabut ruh orang-orang yang beriman.
56. Penghalalan Baitul Harom dan penghancuran Ka'bah.

Bab II:
Adapun pada bab kedua, pembicaraan di dalamnya adalah tanda-tanda besar kiamat. Bab ini mencakup sembilan bab dan pembukaan.

Pembukaan
Mencakup dua pembahasan:

Pembahasan Pertama: Susunan tanda-tanda besar kiamat.

Pembahasan Kedua: Tanda-tanda besar kiamat yang datang secara berurutan.

Adapun pasal-pasal di dalamnya adalah:

Pasal Pertama: Didalamnya membicarakan tentang Al Mahdi.

Mencakup pembicaraan tentang namanya, sifatnya dan tenpat keluarnya. Kemudian kami sebutkan dalil-dalil dari As Sunnah atas kemunculannya baik berupa nash yang menjelaskannya atau hanya sebatas penuturan sifatnya. Demikian juga kami sebutkan sifat Al Mahdi yang terdapat dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim walaupun tidak terdapat penyebutan namanya.

Kemudian kami cantumkan perkataan para ulama atas mutawatirnya hadits-hadits yang berbicara tentang Al Mahdi dan dilanjutkan dengan penyebutan beberapa kitab yang ditulis oleh para ulama tentangnya disertai penyebutan nama-nama pengarangnya.

Selanjutnya kami menyebutkan orang-orang yang mengingkari munculnya Al Mahdi juga bantahan atas pendapat tersebut.

Kemudian kami berbicara tentang hadits:
لا مهدي إلا عيسى بن مريم
"Tidak ada Al Mahdi kecuali Isa bin Maryam"

Didalamnya kami menjelaskan bahwa hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah bagi orang yang mengingkari keberadaan Al Mahdi.

Pasal Kedua: Didalamnya kami berbicara tentang Al Mahdi Ad Dajjal.

Pembahasannya berkisar tentang makna kedua lafazh dari kata Al Masih Ad Dajjal.

Kamudian kami menuturkan sifat Dajjal dan hadits-hadits yang menjelaskannya.

Lalu pembahasan berlanjut pada kehidupan Dajjal, apakah dia masih hidup atau tidak?
Pembahasan ini berkaitan dengan kisah Ibnu Syayyad (yang hidup pada zaman Nabi). Kemudian kami sebutkan sekelumit tentang kehidupannya, nama, keadaan, ujian Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam terhadapnya, kerancuan tentang kisahnya, dan wafatnya. Selanjutnya kami membahas tentang perbedaan pendapat para ulama tentangnya, apakah dia itu Dajjal yang besar (sesungguhnya) atau bulan? Pertama, kami sebutkan pendapat para sahabat dan hadits-hadits yang menyebutkan tentangnya. Selanjutnya kami sebutkan pendapat para ulama tentang Ibnu Syayyad.

Kami membantah orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Ibnu Syayyad adalah cerita bohong yang tidak masuk akal". Dan kami menjelaskan bahwa kisah itu benar adanya berdasarkan dalil-dalil yang shahih dari As Sunnah.

Selanjutnya kami berbicara tentang tempat keluarnya Dajjal. Sesungguhnya Dajjal akan memasuki seluruh negeri kecuali Makkah dan Madinah.

Lalu kami menyebutkan para pengikut Dajjal dan fitnahnya.

Kemudian kami membantah orang yang mengingkari munculnya Dajjal, dan kami menjelaskan bahwa apa yang diberikan kepadanya dari hal-hal yang luar biasa merupakan sebuah kenyataan.

Demikian juga kami berbicara tentang bagaimana cara menjaga diri dari fitnah Dajjal dan persenjataan yang wajib dimiliki oleh seorang muslim sehingga ia selamat dari fitnah yang besar ini.

Kemudian pembahasan dilanjukan dengan hikmah tidak adanya pembahasan Dajjal di dalam Al Qur'an secara jelas.

Kemudian kami akhiri pembicaraan tentang Dajjal dengan menyebutkan bagaimana cara membinasakan Dajjal dan mengakhiri fitnahnya.

Pasal Ketiga: Pembahasan didalamnya berbicara tentang turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam di akhir zaman sebagai imam dan hakim yang adil.

Sebelumnya pembahasan tentang turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam, kami berbicara tentang sifatnya yang dijelaskan dalam berbagai riwayat yang shahih disertai penyebutan riwayat tersebut.

Selanjutnya kami berbicara tentang sifat turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam dan tempat turunnya.
Kemudian kami menyebutkan beberapa pendapat para ulama yang menetapkan mutawatirnya hadits-hadits yang menjelaskan turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam. Dan turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam di akhir zaman disebutkan oleh sekelompok ulama di dalam penjelasan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Lalu kami menerangkan dalil-dalil dari Al Qura'an dan As Sunnah tentang turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam sebagai tanda dekatnya hari kiamat. Kemudian kami memulai dengan dalil-dalil turunnya Nabi Isa dari Al Quranul Kariim disertai penyebutan pendapat para ulama ahli tafsir tentangnya. Selanjutnya kami ungkapkan hadits-hadits yang menunjukkan turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam. Hadits-hadits tersebut mutawatir, tidak boleh ditolak, bahkan wajib diimani.
Selanjutnya kami menuturkan hikmah turunnya Nabi Isa 'alaihi sallam bukan nabi lainnya dari kalangan para nabi salamu 'alaihim. Dan kami jelaskan bahwa beliau turun dengan menjadikan syari'at Islam sebagai landasan hukum, tidak dengan menghapusnya, disertai penyebutan dalil-dalilnya.

Demikian juga kami menjelaskan tentang zaman Nabi Isa 'alaihi sallam. Sungguh zamannya adalah zaman yang penuh dengan keamanan dan kesejahteraan, langit menurunkan berkahnya dan bumi mengeluarkan segala kekayaannya.

Selanjutnya kami menutup pembahasan ini dengan menjelaskan lamanya beliau tinggal di dunia setelah beliau turun, kemudian menjelaskan wafat beliau 'alaihi sallam.

Pasal Keempat: Yaitu tentang keluarnya Ya'juj dam Ma'juj. Kami awali pembahasan tentang pengambilan kata Ya'juj dan Ma'juj, kemudian kami berbicara tentang asal-usul mereka. Kami jelaskan bahwa ia adalah anak cucu Adam 'alaihi sallam, selanjutnya penjelasan tentang sifat mereka dan bagaimana mereka keluar disertai dalil-dalil dari Al Qur'an dan As Sunnah yang menjelaskan kebenaran bahwa mereka akan keluar pada akhir zaman. Lalu kami berbicara tentang bendungan Ya'juj dan Ma'juj. Sesungguhnya tempat bendungan tersebut tidak diketahui dan kami jelaskan bahwa bukti-bukti menunjukkan sampai saat ini bendungan tersebut belum terbuka. Kami membantah orang yang mengatakan bahwa bendungan tersebut telah terbuka dan Ya'juj dan Ma'juj telah keluar. Mereka adalah bangsa Tatar yang telah muncul pada abad ke-7 Hijriyah.

Pasal Kelima: Pembahasan berkisar tentang tiga al khasf (penenggelaman ke dalam bumi) yaitu penenggelaman ke dalam bumi di timur dan barat di jazirah arab.

Pertama-tama kami berbicara tentang makna Al Khasf, kemudian menjelaskan bahwasannya tiga penenggelaman ini merupakan tanda-tanda kiamat yang besar dan hal itu belum terjadi sampai sekarang. Adapun sebagain penenggelaman yang telah terjadi, hal itu merupakan peristiwa penenggelaman kecil, kami sebutkan ini di dalam pembahasan tanda-tanda kecil kiamat.

Pasal Keenam: Pembahasan tentang asap.

Pertama-tama kami menuturkan beberapa dalil dari Al Qur'an yang menetapkan akan munculnya asap, demikian juga kami mengungkapkan pendapat para ulama tentang asap ini, apakah ia telah terjadi atau belum? Disertai penjelasan pendapat yang kuat. Kemudian kami menyebutkan dalil-dalil dari As Sunnah yang shahih.

Pasal Ketujuh: Didalamnya kami berbicara tentang terbitnya matahari dari barat.

Pertama-tama kami sebutkan dalil-dalil dari Al Qur'anul Kariim dengan menyebutkan sebagian pendapat para ulama tafsir, kemudian dalil-dalil dari As Sunnah. Lalu disebutkan juga perbedaan pendapat dengan Syaikh Muhammad Rasyid Ridlo ketika beliau menolak hadits Abu Dzar radhiallahu 'anhu tentang sujudnya matahari.

Lalu kami jelaskan bahwa setelah matahari terbit dari barat, maka keimanan tidak lagi diterima, begitu juga taubat, bahkan seluruh amalan ditutup, dan kami membantah orang yang menyalahi hal itu dengan dalil-dalil yang shahih.

Pasal Kedelapan: Disalamnya kami berbicara tentang keluarnya binatang bumi.

Pertama-tama kami sebutkan dalil-dalil dari Al Qur'anul Kariim, kemudian dali dari As Sunnah yang shahih. Kemudian kami berbicara tentang tempat keluarnya binatang tersebut.

Selanjutnya kami sebutkan beberapa pendapat para ulama tentang macam-macam binatang ini dengan pengungkapkan pendapat yang paling kuat.

Kemudian kami ungkapkan perbuatan binatang tersebut ketika muncul.

Pasal Kesembilan: Tentang keluarnya api yang mengumpulkan manusia.

Didalamnya kami berbicara tentang tempat keluarnya api tersebut, dalil-dalil tentang hal itu, kemudian cara api itu mengumpulkan manusia, disertai penyebutan dalil-dalil tentang hal tersebut.

Kemudian kami berbicara tentang bumi dimana manusia dikumpulkan di atasnya. Selanjutnya kami ungkapkan keutamaan negeri Syam, hadits-hadits yang memberikan dorongan untuk tinggal disana dan bantahan bagi orang yang mengingkari daerah Syam sebagai tempat dikumpulkannya manusia.

Selanjutnya kami jelaskan bahwa berkumpulnya manusia yang diungkapkan dalam hadits adalah peristiwa yang terjadi di dunia sebelum hari kiamat. Dan kami sebutkan perbedaan pendapat para ulama tentangnya juga kami jelaskan pendapat yang paling kuat.

Penutup
Didalamnya kami ungkapkan berbagai kesimpulan terpenting yang telah kami ambil.

Wa Ba'du;

Sesunggunya kami memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya di awal dan di akhir, secara zhahir maupun bathin atas segala kemudahan yang diberikan-Nya. Dan hanya kepada-Nya kami memohon tambahan pertolongan dan taufiq-Nya.

Kami tidak mengaku bahwa kami telah menyempurnakan semua sisi pembahasan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan adalah sebagai tabi'at manusia. Akan tetapi kami telah berusaha keras, kebenaran apa saja yang ada di dalamnya, maka hal itu merupakan taufiq dari Allah Azza wa Jalla, adapun selain itu maka kami memohon ampun kepada Allah darinya, cukuplah Allah sebagai penolong bagi kami.

Maha Suci dan Maha Agung Engkau wahai Rabb atas segala sifat (jelek) yang mereka sifatkan. Kesejahteraan semoga tetap terlimpah kepada para Rasul, dan segala puji hanya milik Allah Rabb seluruh alam.

Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada hamba-Nya, Rasul-Nya, Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, dialah imam orang-orang yang bertaqwa, juga kepada keluarga dan para sahabatnya dan setiap orang yang mengikuti jalannya sampai hari kiamat. (Bersambung, insyaallah).

0 ARTIKEL-ARTIKEL SEKITAR BULAN RAMADLON

Berikut adalah rangkuman artikel seputar Ramadlon yang kami salin dari www.salafy.or.id, semoga bermanfaat bagi kita semua.

A. Memasuki Bulan Suci Ramadlon
1. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1106 Introspeksi Diri di Bulan Suci Ramadhan

2. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=299 Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan

3. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1354 Hikmah & Fadhilah (Keutamaan) Shaum

4. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=301 Wajibnya Puasa Ramadhan

5. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=302 Targhib (Penyemangat) Bagi yang Puasa Ramadhan

6. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=303 Ancaman bagi yang membatalkan Puasa Ramadhan

7. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=987 Amalan di bulan Ramadhan (Adab, Hikmahnya)

8. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1334 Puasa di hari yang diragukan

9. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1318 Hal-hal yang dianggap membatalkan Puasa

10. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=304 Hukum-hukum Dalam Puasa Ramadhan

11. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=755 Mengawali dan Mengakhiri Bulan Ramadhan

12. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=305 Niat dalam berpuasa wajib di bulan Ramadhan

13. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=306 Waktu Berpuasa dan yang berkaitan tentangnya

14. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=307 Sahur dalam Puasa di Bulan Ramadhan

15. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1355 Sahur dan yang berkaitan dengannya

16. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=988 Amalan di Bulan Ramadhan (Sahur dan Berbuka)

17. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1322 Sahur & Berbuka

18. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1323 Keutamaan Malam Seribu Bulan

19. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=989 Amalan di Bulan Ramadhan (Ibadah malam Lailatul Qadr)

20. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=312 Kelapangan dan Kemudahan dalam Puasa Ramadhan

21. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=313 Petunjuk Berbuka seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam

22. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=320 Membayar Hutang Puasa (Qadha') Sesegera Mungkin

23. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1321 Shalat Tarawih

24. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=321 Bagaimana Sholat Tarawih Sesuai Sunnah Rasulullah

25. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=752 Lagi, bagaimana Rasulullah sholat Tarawih/Lail & ragam raka'atnya

26. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=759 Bantahan : Sholat Tarawih Rasulullah bukan 20 Raka'at

27. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=760 Ringkasan ragam sholat Tarawih & qunut witir Rasulullah

28. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=798 Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam

29. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=760 Fatwa Syaikh Ibnu Taimiyyah dalam Qunut Witir

30. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=757 Malam Lailatul Qadar, malam Seribu Bulan

31. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=761 I'tikaf seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam

32. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=762 Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama' Ahlusunnah

33. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=341 Fatwa Syaikh tentang Hukum I'tikaf

34. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1105
Koreksi Kekeliruan dalam Bulan Ramadhan

35. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=753 Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan

36. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=308 Hal yang wajib dijauhi oleh orang yg shaum (puasa)

37. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=319 Perkara perusak pahala puasa Ramadhan

38. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=309 Hal yang boleh dikerjakan oleh orang yg shaum

39. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1357 Mengoreksi kekeliruan dalam ibadah Ramadhan kita (1)

40. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1358 Mengoreksi kekeliruan dalam ibadah Ramadhan kita (2)

41. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1319 Jima' Saat Puasa Ramadhan

42. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=758 Fatwa-fatwa Seputar Puasa dan Ramadlan

43. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=322 Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan

44. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1349 Puasa bagi anak kecil yang belum baligh

45. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=756 Siapa yang layak membayar fidyah secara syar'i ?

46. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1356 Fidyah & yang terkait dengannya

47. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=777 Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam

48. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=778 Lagi, hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan

49. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=121 Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri

50. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=764
Beberapa faidah ibadah berpuasa kita

51. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=766 Menunaikan zakat, upaya pembersihan harta kita

52. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=777 Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam

53. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=801 Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal)

54. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=785 Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat

55. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=786 Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya

56. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=787 Hukum-hukum seputar zakat fitrah

57. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1107 Zakat Fitrah Pembersih Jiwa

B. Memasuki Hari Raya Iedhul Fithri

1. Rangkuman artikel seputar Hari Raya Iedhul Fithri http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=800

0 HARI KIAMAT SUDAH DEKAT! (Bag: 1)

Pengantar:
Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi akhir zaman, keluarganya, serta para sahabatnya. Amma ba'du

Berikut adalah tulisan berseri (Insya Allah) tentang hari kiamat karya Syaikh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf Al-Wabil hafizahullah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kami untuk menyalinnya serta bermanfaat bagi kaum muslimin.
= = = = = =
MUQODIMAH
Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan, ampunan dan petunjuk kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasannya tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasannya Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ} (102) سورة آل عمران
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imron: 102).

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} (1) سورة النساء
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An Nisa': 01).

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا} (70-71) سورة الأحزاب
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al Ahzab: 70-71).(1)
Amma Ba'du;

Sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi Muhammad  dengan haq sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan sebelum hari kiamat tiba. Beliau tidak pernah meninggalkan kebaikan, kecuali menunjuki umat kepadanya, tidak juga meninggalkan kejelekan kecuali memberikan peringatan agar menjauhinya.

Tatkala umat ini adalah umat terakhir dan Nabi Muhammad adalah penutup para Nabi, maka Allah mengkhususkan umat beliau dengan munculnya tanda-tanda kiamat kepada mereka. Allah jelaskan hal ini kepada mereka melalui lisan Nabi-Nya dengan penjelasan yang sejelas jelasnya. Beliau mengabarkan kepada manusia bahwasannya tanda-tanda hari kiamat pasti akan terjadi dan tidak ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad  yang menjelaskan tanda-tanda tersebut. Dan segala macam kejadian besar (dahsyat) yang akan terjadi di akhir zaman sebagai isyarat akan hancurnya ala mini dan permulaan kehidupan yang baru; saat itu setiap manusia akan dibalas sesai dengan amal yang ia lakukan.

{فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ} (7-8) سورة الزلزلة

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.(QS. Al Jalzalah: 7-8).

Tatkala diantara keyakinan yang wajib diimanioleh setiap muslim adalah beriman kepada hari akhir, juga beriman terhadap pahala serta siksa yang ada di dalamnya, dan ketika pandangan manusia terkadang tidak dapat melewati kehidupan ini dan segala macam kenikmatan yang ada di dalamnya, sehingga dia melupakan akhirat dan tidak beramal untuknya maka saat itulah Allah jadikan tanda-tanda sebelum hari kiamat yang menunjukkan keberadaannya,dan sesungguhnya ia mesti terjadi, sehingga tidak ada keraguan sedikitpun yang menyertai manusia tentangnya, dan tidak ada fitnah apapun yang menggoyahkan keyakinan mereka.

Suatu hal yang wajar jika Rasulullah  mengungkapkan salah satu dari tanda-tandanya dan manusia melihat kejadiannya, mereka akan mengetahui dengan yakin bahwasannya hari kiamat pasti datang, tidak diragukan, sehingga mereka melakukan amal untuk menghadapinya, mempersiapkan diri untuk hari itu, dan berbekal diri dengan amal-amal sholih sebelum hilangnya kesempatan dan berakhirnya waktu yang ditentukan.

{أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى علَى مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللَّهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ. أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ. أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (56-58) سورة الزمر
Supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ), atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa'. Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik'.(QS. Az-Zumar: 56-58).

Nabi  pernah bersabda di dalam khutbahnya:
بعثت أنا والساعة كهاتين
"Jarak antara diutusnya aku dan hari kiamat seperti dua jari ini"

(Dalam hadits tersebut diterangkan):
وكان إذا ذكر الساعة احمرت وجنتاه, و علا صوته, واشتد غضبه, كأنه نذير جيش يقول صبحكم ومساكم
"Dan jika beliau menyebutkan hari kiamat, maka memerahlah pipi bagian atasnya, suaranya menjadi tinggi, dan beliau sangat marah, seakan-akan beliau adalah seorang komandan pasukan yang berkata, musuh akan datang kepada kalian di waktu pagi dan petang!"(2).

Beliau sangat mengasihi para sahabat  karena merasa khawatir akan terjadinya hari kiamat kepada mereka. Hal ini nampak sekali ketika beliau menerangkan tentang sifat Dajjal kepada mereka; sebagaimana dijelaskan di dalam hadits An Nawwas bin Sam'an  ,dia berkata:
"Pada suatu hari Rasulullah  menerangkan tentang Dajjal, beliau merendahkan dan mengangkat suaranya sehingga kami menyangka dia berada di kebun kurma, lalu ketika kami pergi kepadanya, beliau mengetahui kedatangan kami, kemudian bertanya: 'Apa yang kalian perkarakan?' Kami menjawab: Wahai Rasulullah! Engkau telah menceritakan tentang Dajjal pagi tadi, lalu engkau merendahkan dan mengangkat suaramu sehingga kami menyangka dia berada di kebun kurma.Kemudian beliau berkata: 'Ada sesuatu yang lebih aku takutkanmenimpa kalian daripada Dajjal, jika ia keluar sementara aku ada di antara kalian, maka akulah yang akan menegakkan hujjah di depan kalian, dan jika ia keluar sementara aku tidak bersama kalian, maka setiap orang menegakkan hujjah atas dirinya sendiri, dan Allah adalah penolong bagi setiap muslim' (3).

Telah banyak tanda-tanda kiamat terjadi dan terbuktilah apa-apa yang dikabarkan oleh Rasulullah  sehingga keimanan dan pembenaran orang-orang yang beriman terhadap hari kiamat kian hari kian bertambah karenanya, dimana munculnya bukti-bukti kenabian dan tanda-tanda kebenarannya mewajibkan kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada agama yang lurus ini.

Bagaimana keimanan mereka tidak bertambah sementara mereka menyaksikan terjadinya hal-hal yang dikabarkan oleh Rasulullah  sesuai dengan apa yang beliau beritakan? Oleh karenanya tanda dari tanda-tanda kiamat ini merupakan mukjizat yang nyata bagi Rasulullah  dan kebinasaanlah bagi mereka yang membangkang risalahnya, menghalanginya dan meragukannya.

Maka, jelaslah pentingnya pembahasan seperti ini di waktu sekarang, dimana sebagian penulis kontemporer dalam tulisan mereka meragukan munculnya perkara-perkara ghaib yang harus diimani yang telah dikabarkan oleh Nabi , diantaranya adalah tanda-tanda kiamat. Diantara mereka ada yang meragukan sebagiannya, dan sebagian mereka ada yang mentakwil dengan pentakwilan yang bathil.

Karena berbagai sebab inilah saya sangat menginginkan untuk menyusun satu pembahasan yang mencakup tanda-tanda kiamat kecil dan besar dengan dalil-dalil dari Al Qur'an dan As Sunnah yang suci. Pembahasan materi ini bukan hal yang mudah,karena memerlukan pembahasan keshahihan berbagai hadits dan menyatukan berbagai riwayat yang beragam.

Sebagian ulama telah menyusun beberapa tulisan tentang tanda-tanda hari kiamat, akan tetapi mereka tidak mencukupkan diri dengan hadits-hadits yang shahih, bahkan akan didapati mereka mengungkapkan berbagai riwayat tanpa menyinggung derajat hadits dari segi shahih dan dha'ifnya kecuali jarang sekali. Hal ini menjadikan orang yang menelaahnya merasa rancu, dia tidak dapat membedakan antara yang shahih dan tidak, demikian juga mereka tidak mengungkapkan penjelasan (syarh) hadits-hadits yang membutuhkan penjelasan, akan tetapi mereka rahimahumullah telah menghimpun banyak hadits dan telah melakukan berbagai pengorbanan untuk kita semua.

Diantara kitab-kitab yang dimaksud adalah:

1. Al Fitan, karya Al Hafizh Nu'aim bin Hammad Al Khuza'I, yang wafat pada tahun 228 H, rahimahullah.
2. An Nihaayah atau Al Fitan wal Malaahim, karya Al Hafizh Ibn Katsir yang wafat pada tahun 774 H, rahimahullah.
3. Al Isyaa'ah li Asyraathis Saa'ah, karya As Syarif Muhammad bin Rasul Al Husaini Al Barzanji yang wafat pada tahun 1103 H, rahimahullah.
4. Al Idzaa'ah lima Kaana wamaa Yakuunu baina Yadayis Saa'ah, karya Syaikh Muhammad Shidiq Hasan Al Qanuji yang wafat pada tahun 1307 H, rahimahullah.
5. Ithaaful Jamaa'ah bimaa Jaa-a fil Fitan wal Malaahim wa Asyraatis Saa'ah, karya Syaikh Hamud bin Abdillah At Tuwaijiri AN Najdi dan beliau masih hidup hafizahullah.

Dan karya-karya lainnya yang berbicara tentang tanda-tanda hari kiamat.

Saya telah mendapatkan banyak manfaat dari orang sebelum saya, dan saya berpendapat untuk menyajikan pembahasan ini dengan cara yang saya tetapkan untuk diri saya sendiri, yakni bahwa saya tidak menyebutkan satu tandapun kecuali yang telah diungkapkan secara nash oleh Nabi  bahwa hal itu merupakan tanda-tanda hari kiamat –baik yang sharih (tersurat) maupun yang dilalah (tersirat)- dan saya menetapkan untuk diri saya untuk tidak mengungkapkan di dalamnya kecuali hadits-hadits shahih atau hasan dengan mengambil petunjuk dari pendapat para ulama hadits di dalam menshahihkan hadits atau mendho'ifkannya.

Agar lebih ringkas, saya tidak menyebutkan seluruh hadits shahih untuk setiap tanda kiamat, akan tetapi hanya mencukupkan dengan beberapa hadits yang benar-benar menetapkan bahwa hal tersebut termasuk tanda-tanda hari kiamat.

Demikian pula saya menyebutkan apa yang dibutuhkan oleh setiap tanda kiamat berupa penjelasan makna lafazh yang asing, atau penjelasan tempat-tempat yang diungkapkan di dalam haits, demikian pula saya memberikan penjelasan singkat tanda tersebut yang diambil dari perkataan para ulama atau dari apa yang dijelaskan dalam beberapa hadits yang ada hubungannya dengan tanda yang dijelaskan tersebut. Sayapun mengungkapkan bantahan bagi sebagian orang yang mengingkari sebagian tanda-tanda tersebut, atau orang yang menakwilkan dengan makna yang tidak ditunjuki oleh hadits. Dan saya jelaskan bahwa tanda-tanda hari kiamat merupakan masalah ghaib yang wajib diimani sebagaimana adanya, tidak boleh mengingkarinya atau menjadikan tanda-tanda tersebut sebagai symbol kebaikan atau kejahatan, juga tidak boleh menjadikannya sebagai symbol munculnya hal-hal yang khurafat.

Ketika tanda-tanda kiamat yang dijelaskan banyak terdapat dalam hadits ahad, maka pada awal pembahasan saya rangkaikan satu pasal yang menjelaskan bahwa hadits ahad cukup sebagai hujjah. Hal ini sebagai bantahan bagi orang yang mengingkari kehujaan hadits ahad dan menyangka bahwa haits ahad tidak dapat dijadikan landasan aqidah.

Demikian juga pembahasan ini merupakan dakwah menuju keimanan kepada Allah dan hari akhir, juga pembenaran segala berita yang diungkapkan oleh Rasulullah  yang beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, melainkan hanya dengan wahyu yang diturunkan kepadanya. Semoga sholawat dari Allah dilimpahkan kepadanya, keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan salam yang banyak kepadanya.

Pembahasan inipun merupakan dakwah untuk mempersiapkan diri setelah kematian, karena kiamat telah dekat dan telah banyak tanda-tanda yang nampak darinya. Jika salah satu tanda-tandanya yang besar muncul, maka tanda-tanda besar lainnya akan berturut-turut muncul bagaikan marjan (biji tasbih) pada sebuah rangkaian yang ikatannya putus. Jika matahari telah terbit dari barat, maka pintu taubat ditutup dan amal-amal ditutup (tidak berlaku), maka saat itu tidak bermanfaat lagi keimanan dan taubat, kecuali orang sebelumnya telah beriman atau bertaubat.

{... يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ...} (158) سورة الأنعام
"…pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya…" (QS. Al An'am: 158).

Dan saat itu:

{يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَى.وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَى. فَأَمَّا مَن طَغَى. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى.فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى} (35-41) سورة النازعات
Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (QS. An Nazi'at: 35-41).

Hanya kepada Allah Yang Maha Agung kita memohon, Rabb 'Asy yang agung, semoga Dia menjadikan kita semua orang-orang yang selamat dari guncangan yang besar dan termasuk orang yang diberikan naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. (Bersambung, Insya Allah).

Catatan Kaki:
(1) Ini adalah khutbatul Haajah yang diajarkan oleh Rasulullah  kepada para sahabatnya. Lihat kitab Khutbatul Haajah karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, cet. Maktabah Al Islami.

Khutbah ini terdapat dalam Sunan Ibn Majah, kitab An Nikah, bab Khutbatun Nikah dari riwayat Abdullah bin Mas'ud (1/609-610) tahqiq Fuad Abdul Baqi, cet. Daar Ihya'ut Turots Al Arobi, th. 1395 H.

Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad (7/272, no. 3721) tahqiq Ahmad Syakir. Beliau berkata: Sanad dari jalan Abu 'Ubaidah adalah lemah kerena munqathi' (terputus), sedangkan dari jalan Abul Ahwash 'Auf bin Nadlah Shahih karena mutashil (bersambung)" (Al Musnad, cet. Darul Ma'arif, Mesir, th. 1367 H).

Syaikh Al-Albani mengomentari jalan yang kedua (dalam riwayat Imam Ahmad) dengan perkataannya: "Shahih dengan syarat Muslim" (Lihat Khuthbatul Haajah, hal: 14).
Dan sebagian dari khutbah ini terdapat dalam Shahih Muslim, kitan Al Jumu'ah bab Khuthbatuhu  fi Jumu'ah (7/157, syarh An Nawawi), Penerbit. Darul Fikr, cet. 3,th. 1389 H.

(2) Shahih Muslim: Kitab Al Jumu'ah, bab Khuthbatuhu  fil Jumu'ah (7/153. Syarh An Nawawi); Sunan An Nasa'I dengan lafadz di dalam riwayat beliau kitab Sholatul 'Idain, bab Kaifal Khuthbah (3/188-189. Syarh As Suyuthi dan Hasyiyah As Sindi), Tashih Hasan Al Mas'udi, cet. Dar Ihya'ut Turots Al Arobi; Sunan Ibn Majah, Al Muqadimah, bab Ijtinabul Bida' wal Jidal (1/17) Tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi.

(3) Shahih Muslim, kitab Al Fitan wa Asyraathus Saa'ah bab Dzikrud Dajjal (18/63-65) dalam Syarh An Nawawi).

ANDA MEMBUTUHKAN BIBIT MANGGA BERKWALITAS?

Kami Bibit Unggul Nursery menyediakan berbagai Bibit Mangga Berkwalitas, missal: Mangga Erwin/Irwin, Mangga Kiojay, Mangga Chokanam, mangga Namdokmay, Mangga Mahatir. Kami juga menyediakan Bibit Durian Monthong, Durian Bhineka Bawor, Jeruk Chokun, Jeruk Santang.

Segera Hubungi Kami di:

0852-2081-6455.

Lengkapi koleksi kebun Anda dengan Bibit Berkwalitas dari kami

Kami siap melayani pembelian(Grosir dan Eceran) bibit dari seluruh Indonesia dengan kwalitas bibit unggulan dan harga terjangkau.

Komentar Terbaru